Masthead header

Samsung Galaxy Berikutnya Pakai Pengenal Sidik Jari?

Seri smartphone Galaxy selanjutnya kemungkinan bakal dilengkapi sensor pengenal sidik jari (fingerprint sensor). Hal tersebut terungkap saat seorang pembaca situs SamMobile mengutak-atik firmware milik Samsung Galaxy SIII.

Dalam folder SecSettings.apk yang berada di bagian SecSettings-res-drawable-hdpi, si pembaca menemukan berbagai macam gambar yang memperlihatkan proses pemindaian sidik jari dalam bentuk ilustrasi gambar.

Salah satu gambar menunjukkan sidik jari dan gambar lainnya memperlihatkan tangan yang sedang menyentuh tombol Home (kemungkinan sedang melakukan pindai sidik jari). Terdapat juga gambar “tambah” dan “centang”. Kedua gambar tersebut seperti ingin memperlihatkan sidik jari yang dipindai dikenali oleh sistem.

Berdasarkan ilustrasi tersebutlah, Samsung diduga akan melengkapi perangkat seri Galaxy di masa yang akan datang dengan sensor sidik jari.

Dikutip dari Slashgear, Kamis (23/5/2013), kemungkinan Samsung sudah menguji teknologi pemindai sidik jari di Galaxy S III. Namun, entah disengaja atau tidak, pihak pengembang perusahaan asal Korea Selatan tersebut tidak berhasil menghilangkan jejak file tersebut.

Sebenarnya, pihak Samsung sudah berusaha keras untuk menyembunyikan file tersebut dengan cara menaruhnya di bagian yang sangat jarang “dikunjungi” orang. Namun, kenyataannya informasi tersebut bocor juga.

Sebelumnya, Apple dikabarkan bakal melengkapi iPhone generasi berikutnya—sering disebut sebagai iPhone 5S—dengan sensor sidik jari yang disatukan dengan tombol “Home”.

Tujuan dari penerapan fitur ini cukup sederhana, yaitu meningkatkan keamanan dari berbagai aplikasi yang ada di iOS.

Sensor pengenal sidik jari tersebut kemungkinan dibuat untuk proses otentifikasi agar tidak sembarang orang menggunakan aplikasi yang ada.

 

via Tekno Kompas

Jam Tangan Pintar Apple? Tunggu 2014

Berbeda dari banyak prediksi, seorang analis dari KGI Securities, Ming-Chi Kuo, menganalisa bahwa produk jam tangan pintar buatan Apple — sebut saja iWatch — tidak akan diluncurkan pada tahun 2013. Ia memprediksi, produk ini akan diluncurkan paling cepat pada paruh kedua 2014.

Dalam analisanya yang dikirimkan kepada investor, Kuo menyebutkan ada dua alasan di balik prediksinya. Salah satunya adalah masalah software.

Saat ini, tim pengembang Apple dikabarkan sedang fokus dalam mengembangkan iOS versi terbaru. Apabila tim ini “dipecah” untuk mengerjakan sistem operasi bagi iWatch, diyakini pengembangan salah satu, bahkan mungkin kedua sistem operasi ini, akan terganggu.

“Apple mungkin tidak memiliki sumber daya yang cukup untuk mengembangkan versi iOS dari iWatch karena dibutuhkan perubahan besar pada iOS untuk iPhone dan iPad tahun ini,” kata Kuo, seperti dikutip dari Mac Rumors, Jumat (24/5/2013).

Alasan lainnya, komponen untuk iWatch ini masih belum terlalu siap. Hal ini memaksa Apple untuk menunda produksi produk tersebut hingga tahun depan.

“Komponen perangkat wearable masih belum siap. Oleh karena alasan ini, kami pikir produksi masalah dari iWatch akan dimulai di paruh kedua 2014, bukan 2013 seperti yang dispekulasikan pasar,” ujar Kuo.

Dari sisi hardware, iWatch dikatakan akan menggunakan layar dengan bentang 1,5 hingga 2 inci. Sedangkan spesifikasinya akan mirip dengan iPod Nano.

Jenis layarnya pun bukanlah OLED, seperti yang dirumorkan belakangan ini. Apple dikatakan lebih memilih menggunakan teknologi layar GF2 yang juga dipakai di iPad Mini.

Komponen pemindai sidik jari yang dikabarkan akan hadir di iPhone 5S juga akan mempersenjatai iWatch.

Dari rumor sebelumnya, diketahui bahwa Apple sedang mengebut pengembangan iWatch. Ini terlihat kabar soal adanya 100-an pekerja demi kesuksesan iWatch ini.

Dari sekitar 100 orang anggota tim, tidak semua karyawan berfokus dalam mengembangkan hardware dan software untuk produk tersebut. Ada juga karyawan yang ditunjuk untuk mendesain dan juga memikirkan strategi untuk memasarkan perangkat yang satu ini.

Ming-Chi Kuo memiliki catatan yang sangat baik perihal rumor seputaran Apple. Dia pernah menebak dengan benar, Apple akan menghentikan produksi MacBook Pro layar 17 inci. Apakah prediksinya terkait iWatch ini akan menjadi kenyataan?

 

via Tekno Kompas

‘iPad Mini’ Rasa Lokal Unjuk Gigi

Di pasar tablet PC, nama iPad tentu sudah menjadi jaminan mutu di jajaran produk populer. Sampai-sampai, hal ini turut dimanfaatkan produk merek lokal untuk memikat pengguna tablet Tanah Air.

‘iPad Mini rasa lokal’, demikian klaim yang dilekatkan Vandroid T5A dalam keterangan persnya, Kamis (23/5/2013).

Meski produk ‘lokal’, perangkat besutan Advan ini begitu percaya diri tak kalah dari jajaran tablet PC branded lain yang sudah lebih dulu meramaikan pasar tablet PC.

Sekilas, penampakan Vandroid T5A memang mirip dengan iPad Mini besutan Apple. Ia dilengkapi dengan layar 8 inch dengan 5 point finger touch.

Ada dua varian warna yang ditawarkan, putih dan hitam dengan bagian sekeliling body diberi list warna silver metalik.

Dari sisi jeroan, T5A disokong prosesor Qualcomm Snapdragon S4 Dual Core 1 GHz dan berjalan pada OS Ice Cream Sandwich 4.0 serta dilengkapi dengan internal memori 4 GB.

Untuk konektivitas sudah mendukung koneksi data HSDPA 7,2 Mbps, Bluetooth 3.0 serta slot SIM Card GSM yang memungkinkan pengguna untuk telepon, video call dan SMS.

Rencananya, Advan akan menggandeng Telkomsel untuk menawarkan T5A ke pengguna. Dengan iming-iming gratis internet 3,6 GB selama 3 bulan pada acara peluncurannya 9 Juni mendatang.

“Pengguna dijamin puas dengan performa dan tawaran yang disajikan Advan T5A. Segera dan nikmati semua keunggulan fitur serta kecanggihan teknologi di tablet berukuran ideal hanya Vandroid T5A,” umbar Chief Marfketing Officer Advan, Candra Lijanto.

Potensi pasar tablet sendiri pada tahun 2013 diprediksi Advan bakal terus tumbuh dengan proyeksi sekitar 3 juta unit yang beredar di pasar. Advan pun sesumbar untuk menguasai market share tablet PC sekitar 30%.

“Kami optimistis 2013 sekitar 1 juta unit tablet Advan dari berbagai tipe akan terserap pasar. Optimisme kami terlihat dari hadirnya Advan T5A, si ‘iPad Mini’ rasa lokal yang animonya sangat tingi,” klaimnya.

Berikut spesifikasi Vandroid T5A:

Operating System: Android 4.0
Processor: Qualcomm Snapdragon S4 Dual Core 1 GHz
RAM: 512 MB
Internal Memory: 4 GB
Display: TFT 8 inch (1024 x 768)
Touchpanel: Capasitive 5 point touch
Camera: Dual Camera (rear 2MP)
Frequency Band: GSM 900 / 1800, UMTS 2100
WiFi: 802,11 b/g
Bluetooth: V3.0 EDR class 2
Battery: Li-Poly 3500 mAh
Icon Feature: Call, SMS, HSDPA, Bluetooth, Dual Camera.

(ash/ash)

 

via DetikInet

Samsung Mau Bikin Tablet ala “Surface”?

Tablet Surface besutan Microsoft mungkin bukanlah perangkat terpopuler dari jenisnya. Tapi tak bisa dimungkiri bahwa produk ini memiliki keunikan tersendiri dalam bentuk keyboard cover dan kickstand terintegrasi yang membuat Surface sanggup “berdiri” di atas meja.

Nah, Samsung selaku produsen perangkat serupa di bawah merek Galaxy Tab rupanya juga melirik ide kickstand terintegrasi pada tablet.

Seperti dilaporkan DigitalTrends, perusahaan asal Negeri Ginseng tersebut baru-baru ini mematenkan dua desain tablet.

Salah satu di antaranya yang dinamai “Tablet Computer” memiliki built-in stand berbentuk mirip pegangan koper. Rancangan tablet ini juga dilengkapi dengan cover pelindung terintegrasi.

Rancangan kedua yang dinamai “Tablet PC” dibekali dengan teknologi layar fleksibel. Di permukaannya ada garis melintang yang membagi 1/4 bagian layar dan bisa dibengkokkan.

Alhasil, tablet tersebut bukan hanya bisa berdiri dengan menekuk layarnya. Namun, bagian layar yang tertekuk itu pun bisa difungsikan sebagai virtual keyboard.

Sejauh ini kedua rancangan tablet masih berupa konsep dalam paten. Belum jelas apabila Samsung benar-benar berniat mewujudkannya dalam bentuk perangkat sungguhan. Akan tetapi, setidaknya mereka bisa memberi sedikit gambaran mengenai seperti apa perangkat tablet di masa depan.

 

via Tekno Kompas

Inilah Spesifikasi XBox One

Microsoft akhirnya membuka tabir misteri konsol gaming generasi terbarunya, XBox One, dalam sebuah konferensi pers yang berlangsung pada Selasa siang waktu Redmond, AS, atau Rabu dini hari (22/5/2013) waktu Indonesia.

Dalam acara tersebut, Microsoft telah secara resmi memamerkan konsol XBox One, controller, dan juga Kinect yang semuanya hadir dalam desain baru. Namun, Microsoft belum menyebutkan secara detil spesifikasi dari konsol generasi baru ini.

Meski demikian, Microsoft sudah memberikan beberapa bocoran. Salah satunya adalah prosesor. Produk ini dipersenjatai prosesor buatan AMD yang telah dikustomisasi. Tidak disebutkan kecepatannya, tetapi prosesor ini memiliki delapan inti (octa core). Selain itu, prosesor ini diproduksi dengan proses fabrikasi 28nm.

Tingkat konsumsi daya prosesor tersebut ternyata cukup tinggi. Dikutip dari Engadget, Rabu (22/5/2013), tingkat daya yang dibutuhkan mencapai 100 watt, sedikit lebih tinggi dari XBox Slim dan juga Playstation 3.

Microsoft tidak menyebutkan kartu grafis apa yang digunakan dalam produk ini. Namun, diketahui bahwa GPU tersebut mendukung DirectX 11.1 dan menggunakan memori ESRAM sebesar 32MB.

RAM yang digunakan berkapasitas 8GB. Jenisnya sedikit berbeda dari milik Playstation 4. XBox One menggunakan RAM DDR3, sedangkan Playstation 4 GDDR5.

Dari segi media penyimpanan, Xbox One menggunakan hard disk berkapasitas 500GB.

Xbox generasi baru ini tidak akan dipersenjatai dengan pemutar cakram DVD lagi. Nantinya, ia akan mendukung cakram berjenis Blu-ray, sama seperti yang digunakan di Playstation 3.

Selain itu, XBox One dilengkapi dukungan HDMI 1.4, port USB 3.0, port Ethernet, dan tiga WiFi 802.11n yang berbeda untuk berkomunikasi dengan controller dan perangkat lain.

 

via Tekno Kompas

Memori Minim, Galaxy S4 Bakal Dibikin “Langsing”

Smartphone Galaxy S4 dari Samsung datang dengan begitu banyak aplikasi pre-installed alias bloatware. Saking banyaknya, aplikasi-aplikasi tersebut hanya menyisakan sedikit ruang memori internal yang bisa dipakai oleh pengguna.

Versi 16 GB, misalnya hanya memiliki ruang kosong tak sampai 9 GB. Hal ini memicu gelombang pemberitaan negatif dan keluhan dari pengguna sehingga Samsung kemudian merasa perlu mengambil tindakan untuk mengatasi masalah tersebut secara khusus.

“Kami sedang mempertimbangkan kemungkinan membebaskan ruang memori (pada Galaxy S4) melalui optimalisasi software,” ujar seorang jurubicara Samsung yang dikutip oleh Cnet. “Kami menghargai bahwa isu ini telah dibawa ke permukaan dan akan berusaha meningkatkan komunikasi.”

Optimalisasi yang dimaksud boleh jadi akan berupa kompresi atau teknik lain. Yang jelas, Samsung kini agaknya juga merasa bahwa Galaxy S4 -setidaknya untuk versi 16GB- memang kekurangan ruang memori.

Tak seperti HTC One ataupun iPhone 5 dari Apple, Galaxy S4 sebenarnya menyediakan opsi ekspansi storage lewat slot kartu micro-SD.

Akan tetapi, kartu memori ini tak bisa dipakai untuk meng-install aplikasi pada Galaxy S4 sehingga pengguna terpaksa menghemat ruang kosong yang tersedia di memori internal.

Sebelumnya, Samsung menunjukkan sikap defensif soal masalah ini dengan menyatakan bahwa aplikasi-aplikasi bawaan yang ukurannya mencapai sekitar 6,85 GB diperlukan untuk memberikan fitur-fitur ekstra pada pengguna. Jumlah itu 1 GB lebih besar dibandingkan ukuran aplikasi pre-installed pada Galaxy S III.

Samsung sendiri bukan produsen pertama yang menerima keluhan seputar ketersediaan ruang pada memori internal. Tablet Surface Pro 64GB dari Microsoft, misalnya, hanya menyediakan ruang kosong 23 GB sementara Nintendo Wii U 8GB hanya memiliki free space sebesar 3 GB.

 

via Tekno Kompas